Labels

Friday, 3 February 2017

Mengurus Visa Aupair Austria

Sebelumnya dari cerita travelling saya di Eropa jalannya  adalah program Aupair di Jerman, mungkin untuk Jerman sudah banyak yang menuliskan langkah-langkahnya. Tapi kebetulan untuk ke Austria belum ada menuliskannya diblog, that's why  saya ada inisiatif untuk menjabarkannya. Dari pengalaman ini, saya ingin Aupair yang akan ke Austria akan sedikit terbantu dengan informasi ini. Dalam kasus ini saya masih di Indonesia, mungkin kalau anda masih di Jerman dan ingin melanjutkan Aupair di Austria mungkin tidak serumit ini pakai double authentication dari Kemenhumkam dan Kemenlu. Dokumen yang diperlukan untuk mengajukan Visa adalah : Akta Lahir, SKCK/Police Certificate, Vertrag, AMS Bescheinigung, Foto, Krankenversicherung.

Okay First step mencari Hostfamily melalui website www.aupairworld.net , pastikan ini dilakukan 4-6 bulan sebelum perencanaan keberangkatan. Karena Host family di Austria tidak sebanyak yang di Jerman, jadi agak sulit-sulit gampang menemukannya, tinggal pintarnya kita berkomunikasi dalam menunjukkan kemampuan kita dalam mengasuh adik-adik kecil, dan juga sertakan juga foto berkativitas dengan anak-anak  agar profil kita menarik hati Host Family.

Second, dalam masa pencarian Host Family  usahakan memperbaharui Akta kelahiran karena nantinya Kemenhumkam hanya menerima Akta yang diterbitkan 5 tahun terakhir, karena spesimen Kepala Catatan Sipil di Akta tersebut sudah ada pada list mereka. Yang perlu kita lakukan adalah pergi ke Kantor Catatan Sipil dan membawa :
-Akta yang lama
-Surat Permohonan (Surat formal : Tanggal dan tempat, kepada Yth Kepala Catatan Sipil, salam pembuka , isi sesuai dengan alasan kita untuk keperluan bekerja diluar negeri, salam penutup, nama dan tanda tangan)
-Fotokopi Kartu Keluarga
-Fotokopi KTP
dan biaya administrasinya adalah seikhlasnya, kemarin saya kasi Rp. 25.000. Proses penerbitan Akta baru ini adalah 2 minggu. dan please jangan dilaminating. Nanti kejadiannya seperti saya harus buka laminating dulu, melayang 5000 dan waktunya juga terbuang sia-sia antri di fotokopi.

Third, mengurus SKCK ( Surat Keterangan Catatan Kriminal) / Police Certificate.
Prosesnya ada 3 tahapan :
-Meminta surat rekomendasi dari Polres kota kita tinggal untuk diajukan ke Polda
Yang Perlu dibawa : Foto 4x6 berlatar merah 4 lembar, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Paspor, fotokopi SKCK kalau sudah pernah membuatnya, kalau belum anda diminta untuk mengambil rumus sidik jari ditempat tersebut. Biayanya 25.000 dan satu hari kerja dengan catatan datang pagi atau sesudah jam istrahat siang
-Membuat SKCK di Polda provinsi kita tinggal
Yang Perlu dibawa : Foto 4x6 berlatar merah 4 lembar, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Paspor, dan surat rekomendasi dari Polres. Biayanya 25.000 dan satu hari kerja dengan catatan datang pagi atau sesudah jam istrahat siang
-Membuat SKCK di Mabes Polri di Jakarta, Jl. Trunojoyo No.3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Anda bisa naik Transjakarta dan turun di halte Blok M, dan keluar dari halte jalan kearah kiri, ada sekitar 500 meter anda akan sampai ditujuan yah itung-itung sekalian jalan-jalan lah mengitari kota Jakarta. Fyi Mabes Polri tepat berseberangan dengan kantor pusat PLN.
Yang Perlu dibawa : Foto 4x6 berlatar merah 4 lembar, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Paspor, SKCK dari Polres dan formulir yang diisi langsung disana, jangan lupa untuk isian tujuan SKCK Aupair di Autria. Biayanya Rp. 30.000 dan satu hari kerja dengan catatan datang pagi atau sesudah jam istrahat siang. Jam tutupnya 15.30 WIB.
Fyi, ternyata langkah 2 bisa di skip, jadi hanya membuat SKCK di Polres dan langsung ke Mabes Polri, tapi jarang ada Polres yang mau melakukannya mereka pasti merekomendasikan untuk membuat lagi di Polda, bilang saja anda terdesak dan sudah menelepon pihak Mabes Polri dan mereka mengizinkannya.

Out the box but the fourth, setelah deal dengan Host Family di Austria, minta mereka segera mengirim Vertrag/Kontrak melalui email, anda tanda tangan scan dan kirim lagi kemereka beserta sertifikat kemampuan bahasa Jerman anda ( Sertifikat anda diperlukan disini bukan pada waktu pengajuan Visa). Karena disana mereka juga akan mengurus AMS Bescheinigung anda, yaitu surat pernyataan izin dari kantor ketenagakerjaan di Austria dan prosesnya bisa 1-6 minggu lamanya.  Surat izin/ AMS Beschenigung, Vertrag/kontrak, surat undangan/Einladungsbrief dan Asuransi/Krankenversicherung (minta Hostfamily untuk mendaftarkan asuransi anda disana juga, saya sarankan Versicherung negeri karena Austria lagi problem dengan yang namanya privat Versicherung ) harus mereka kirim ke anda per Pos, karena Austria Embassy ingin semua dokumen original. dan dokumen sampai di Indonesia juga bukan waktu yang singkat bukan?. Dokumen saya sampai 10 hari.

Fifth, legalisasi Akta Kelahiran dan SKCK di Kemenhumkam. Anda dapat naik Transjakarta dan turun dihalte GOR Sumantri, untuk pengurusan legalisasi ada di Gedung AHU lantai 3. Gedung ini persis didepan halte. Yang perlu anda bawa adalah : Map terserah warna apa, Akta lahir yang sudah diperbaharui beserta 1 lembar fotokopiannya, SKCK dari Mabes Polri beserta satulembar fotokopiannya, fotokopi KTP, materai 2 (sejumlah lembar) dan formulir yang disediakan disana. Disana anda mengambil nomor antrian kemudian ketika dipanggil menyerahkan semua dokumen, kemudian anda kemeja komputer untuk mengambil nomor voucher, bon voucher tersebut kemudian untuk dibayarkan di Bank BNI yang juga berada diruangan tersebut, perlembar 25000, jadi totalnya 50.000. Prosesnya 3-4 hari. Jam buka pengambilan nomor antrian untuk penyerahan dokumen legalisasi dari jam 08.00 - 14.00.
Disini saya harus membuka laminating akta lahir saya, kemarin pengen safely jadi malah jadi buat lama waktu di Kemenhumkam. Dilantai Basement ada fotokopi, kalau ada yang kurang boleh dibeli or difotokopi disana, tapi harganya juga lebih mahal.

Sixth, legalisasi di Kemenlu. Nah anda juga dapat kesini dengan Transjakarta turunnya di Deplu, Tempat legalisasi dokumen persis disamping Gedung Pancasila.  Yang perlu anda bawa adalah : Map terserah warna apa, Akta lahir yang sudah dilegalisai Kemenhumkan beserta 1 lembar fotokopiannya, SKCK dari Mabes Polri yang sudah dilegalisasi Kemenhumkan beserta satu lembar fotokopiannya, fotokopi KTP,  dan formulir yang disediakan disana.Anda akan membayar perlembar 25.000 langsung, jadi totalnya 50.000. Prosesnya 1-2 hari. Jam bukanya dari jam 09.00 - 15.30. Nah disini tidak perlu pakai materai, karena Kemenlu in punya form legalisasi sendiri. Actually aku beli banyak materai -_-". Dan satu lagi taman di Deplu/Kemenlu ini sangat bagus, cocok buat foto-foto kalau hobby seperti saya :D

Seventh, Terjemahkan Akta dan SKCK yang telah dilegalisai dua Kementrian tersebut kedalam bahasa Jerman. Austria Embassy juga memberikan penerjemah tersumpah yang mereka akui. Berikut nama-namanya dan harganya per Januari 2017. Fyi Akta kelahiran akan jadi dua lembar dan SKCK juga demikian dikarenakan legalisasi juga harus diterjemahkan. jadi totalnya ada 4 lembar.
1. Louis Liem & Partner : 200.000 perlembar
2. Akhmad Robani : 175.000 perlembar
3. Nikolas Pangutama : 180.000 perlembar
4. Effijanti Oentoro  : 130.000 perlembar
Nah, kemarin ini hasil telpon saya kesana kemari. Pastinya nyari yang murah dong, but Ibu Effijanti waktu itu lagi diluar kota dan dapat bekerja lagi satu bulan kemudian, saya memutuskan beralih ke Herr Robani. yah 350.000 total keseluruhannya, ( 2 lembar sih tapi timbal balik, Herr Robani lagi sakit dan yang ngurusin semua anaknya, anaknya bilang bayar untuk 2 lembar aja ) Prosesnya 3-7 hari. Pastikan yang asli dan terjemahin disteples dan diatasnya distempel.

Sesudah diterjemahkan, karena merupakan double authentification, terjemahan Akta Lahir dan SKCK kembali lagi keproses fifth (Kemenham) dan sixth (Kemenlu). Prosesnya sama saja, tambahannya hanya fotokopian Akta dan SKCK yang telah diterjemahkan.

Eighth, Nah setelah terjemahan selesai dilegalisasi di Kemenlu baru masuk ketahapan legalisasi di Kedutaan Austria sekaligus pengajuan Aufenhaltstitel/Residence Permit. FYI untuk Visum D (long stay) ada 2 proses yaitu pengajuan permohonan Aufenhaltstitel dan setelah itu pengajuan Visa.
Pastikan membuat Termin/janji dulu sebelum datang kekedutaan disini : https://appointment.bmeia.gv.at/?office=Jakarta. Pengajuan dibuka setiap hari senin-juma jam 8-11.45 WIB.
 Apa saja yang harus dibawa ke Kedutaan Austria  ? Akta dan SKCK serta terjemahannya yang sudah terlegalisir Kemenham dan Kemenlu. Kemudian formulirnya bisa disini : http://www.bmi.gv.at/cms/BMI_Niederlassung/Formulare_2014/AB_Sonderfaelle_unselbstaendiger_Erwerbstaetigkeit_Formular.pdf. kemudian diisi dan bagian yang tidak mengerti nanti boleh ditanyakan kepetugas dikasir dikedutaan kemudian diisi disana. Foto standar Eropa 3,5 mm x 4,5 mm ketentuannya bisa dicek disini https://www.bmeia.gv.at/fileadmin/user_upload/bmeia/media/Vertretungsbehoerden/Jakarta/Photograph-Guidelines.pdf.  Paspor asli dan fotokopiannya, dokumen dari Hostfamily (Vertrag, Einladungbrief, AMS bescheinigung, Krankenversicherung) dan sertifikat bahasa Jerman (optional).
Sudah lengkap semua dokumen baru kita datang kekedutaan sesuai termin yang telah kita buat dengan membawa uang cash Rp.3.360.000. Alamat Kedutaan Austria ada di Jl. Diponegoro no. 44 persis berseberangan dengan Kedutaan Italy. Bisa menggunakan transportasi Transjakarta tujuan Grogol-TUGas dan turunnya dihalte jalan Surabaya kemudian hanya jalan beberapa menit.
Semua dokumen kita serahkan kepetugas, kemudian untuk legalisasi Akta dan SKCK terjemahan dikenai biaya Rp. 580.000/lembar dan total untuk 4 lembar = 2.320.000 dan untuk Aufenhaltstitelnya juga langsung dibayar Rp 1.040.000 (80Euro) sisanya dibayarkan saat kita perpanjang visa nantinya di Austria. jadi total yang harus dibayarkan Rp.3.360.000. Dan paspor asli ditinggalkan di Kedutaan, kalau pada saat proses Aufenthalstitel kita butuh paspor, bisa diambil dan kemudian dikembalikan lagi ke Kedutaan.



Setelah penantian panjang sekitar satu bulan lebih (21 Februari - 3 April) akhirnya dikonfirmasi kalau Aufenthaltstitel saya diterima, yeay ! Ditelpon dan diemail dari pihak Austria Embassy Jakarta. FYI ini hasil Hostfamily saya rutin tanya-tanya perkembangan dokumen  ke pihak Austria di Wina. Yang saya dengar bisa mencapai 3 bulan kalo dibiarin gitu aja.

Well ninth, setelah dapat konfirmasi lanjut ketahap pengajuan Visa D (longterm).Yang dibutuhkan adalah bukti reservasi ticket, asuransi perjalanan , fotokopi paspor dan Formulir Visa D yang udah diisi lengkap dengan fotonya sama dengan ukuran foto pada saat pengajuan Aufenthaltsitel..Formulirnya bisa didownload disini https://www.bmeia.gv.at/fileadmin/user_upload/bmeia/media/Vertretungsbehoerden/Jakarta/Form_D_-_Antragsformular_nationales_Visum.pdf dan langsung booking schedule dikedutaan untuk keesokan harinya. Saran, jangan pernah memesan tiket sebelum ada konfirmasi kalau residence permit/ Aufenthalstitel disetujui dan dikonfirmasi dari pihak kedutaan, karena tidak bisa pasti  berapa lama prosesnya sampai persetujuan atau malah ditolak. Next saya langsung booking tiket dihari berikutnya dini hari. Menurut beberapa informasi yang saya baca harga dini hari bisa turun sampai 16% daripada  booking dijam kerja, dan untuk proses pembuatan visa 10-14 hari kerja, jadi hitung tanggal 2 minggu kedepan untuk booking tiketnya.
Dan setelah lengkap saya ke Kedutaan Austria sesuai jam yang dibooking dan menyerahkan semua dokumennya. Biaya pengajuan Visa adalah Rp. 1.400.000 (100 Euro). Akta kelahiran dan SKCK  yang asli dikembalikan, dan paspor tetap tinggal di Kedutaan.

Saya mengajukan permohonan Visa D hari selasa, dan pada hari senin minggu depannya ditelpon pihak kedutaan, ngabarin kalo visanya uda bisa diambil, how fast :). yeay finally i get msVisa ! Dan saya akan berangkat tanggal 20 April 2017 :)
Semangat para pejuang Visa !!!

Kesimpulan yang saya ambil dari proses ini adalah VISA AUSTRIA MAHARNYA  MAHAL :D


Wednesday, 11 January 2017

Mendaki Praha-Prag-Prague

Praha adalah ibukota negara Republik Cekoslovakia. Kota ini terkenal dengan kawasan kastilnya yang banyak dan yang terbesar didunia, berdasarkan data Guinness books of Record. Tak heran jika kota ini dijuluki negara 1000 kastil.  Unesco bahkan melindungi kasil-kastil peninggalan sejarah kuno ini. Selain luas, kastil kastil disini juga megah dan artistik sekali, sehingga tak jarang ditemui pasangan yang sedang foto Prawedding layaknya seperti di Paris.
Anyway Praha itu kaya terbelah oleh sungai gitu, yang satu Old Town nya yang sisi satu kawasan kastilnya. Jembatan yang menghubungkan kedua sisi ini adalah Charles Bridge,  yang memang sangat indah. sudut apapun yang difoto dari Charles Bridge ini memang hasilnya tak mengecewakan, awesome.

Itu secuil kisah tentang kota seribu kastil Praha. aku dan temanku yang bernama Suci susanti akan mengeksplor kota ini. Meeting point kita adalah di kota Koln karena kita menggunakan jasa Travel jadi harus tepat waktu bersama rombongan. Pada malam hari kita berangkat dari Koln, yah like usual tidur dibus :D Paginya kita sampai dikota Praha, yeay let's hiking eh :D (entah kenapa aku ngerasa sedang hiking ke gunung waktu jelong-jelong dikota ini, karena emang jalannya naik turun kaya lembah gitu, tapi perasaan kebanyakan naiknya :D)
ini Theaternya praha dikawasan New town
ini pasar souvenir waktu kita dijalan menuju Charles Bridge, diliatin semua yang dibeli cuma Post card dan tempelan kulkas :D. Eh btw yang paling ga enak waktu ke Praha ini harus nukar duit dulu ke mata uang Ceko yaitu Koruna  -_- 1 Euro = 25 Crown CZK. 

Ini adalah astonomi watch yang merupakan salah satu icon Praha. Jam ini sudah berumur ratusan tahun tapi masih berfungsi dengan baik.

Dan kita sampai di Oldtown. But kita langsung lanjut ke Charles Bridge untuk mencapai tujuan utama kita, KASTIL



we reach gerbang Charles Bridge


awesome,right ?
Nah Patung yang di Charles Brigde ini katanya pembawa keberuntungan kalau disentuh. Berhubung banyak orang yang berkerumun disana, kita lanjut aja perjalanan
Ini penampakan sungai yang membelah Praha, Vltava. Diambil dari Charles Bridge

Dan kita sampai diseberang, saatnya eksplore kastill
(Eh having lunch dulu, udah capek foto-foto :D )

Ini kenapa ? ya karna laparlah :D 

Dan kita makan makanan Vietnam, biar ada tenaga untuk hunting foto lagi hihihi

Yeay we got you prag !
ini beberapa huntingan foto kita

ininih kenapa aku bilang mendaki, a lots of stairs guys, pegel linu 

ini salah satu gereja dikawasan kastil

foto bernada lelah

masih dikawasan kastil

the most favourite foto ada dikota ini

eh itu patungnya kok kuning sendiri ya, gak sama dengan bagian tubuh lainnya, kenapa ya ?

sooo wonderful view on the top 

nah pake teropong ini liatnya, but it's charge 

Nah,setelah berkeliling kastil dan udah dititik tertinggi pendakian kita, kita memutuskan untuk turun dan mengunjungi .......
eh btw ini ticket kita naik busnya di Praha


Kitaa sampai di Petrin Praha ( Eiffel Tower versi kecilnya) 
Kawasan Petrin ini merupakan kawasan Kerajaan, banyak taman-taman cantiknya. dan untuk naik ketempat ini kita bisa beli ticket kereta gantung. 

Nah karna pas naiknya kita naik kereta gantung yang lumayan gak murah buat kita anak hemat :D
kita jalan kaki untuk turunnya melewati hutan apel, jadi kebanyanyakan pohon yang disini adalah pohon apel, sekalian aja hunting apel :D dan ini memang area berkelana (kan bule seneng tuh jalan kaki muter-muter dikawasan hijau)
Btw, ini teman saya berkelana di Praha, Susi Uci Tralala Trilili

Nah, hari udah mulai senja, kita udah selesai checklist must-to-go kita, saatnya balik lagi ke meeting point dengan agen travel

Eh ternyata masih ada waktu, kita jalan-jalan lagi

Nah nemu ini, Jewish Museum. jadi museum jahudi pada zaman dulu gitu. sekedar numpang lewat dan jual tampang :D 

The end kita balik lagi ke Oldtown, kebetulan lagi ada Jazz Concert gitu, kita duduk santai menonton sambil makan 

Roti Tredlink, it's sweet and smells good. just like me anyway :D 














Friday, 6 January 2017

Wolfsburg si kota Volkswagen

Wolfsburg adalah kota tempat pusat mobil Volkswagen di seluruh dunia diproduksi. Kota ini dibangun dan didirikan pada tahun 1930 sebagai pabrik sekaligus tempat tinggal bagi karyawan Volkswagen. View pabrik masih mendominasi pemandangan dikota ini. Kebetulan waktu itu aku ada studi tour ke dalam pabrik mobil ini, but camera not allowed, jadi sayang sekali tidak dapat memotret canggihnya mahluk-mahluk besi yang ada didalam. Kita menyaksikan proses dari bahan mentah mobil, perakitan mesin, pemasangan body mobil, pemasangan aksesoris mobil sampai uji coba kelayakan mobil tersebut setelah selesai diproduksi. Dipabrik-pabrik ini dalam durasi satu menit dapat dilahirkan 8 unit mobil, itung aja tuh dalam sehari berapa jumlah mobil yang keluar dari pabrik ini. Dan hampir semuanya dikerjakan oleh tenaga robot, manusianya didepan monitor  (disini aku berpikir mungkin dimasa yang akan datang aku juga hanya duduk dan memonitor  robot)  -_- 

view on sunrise

view on sunset

Nah, itu sebagian kecil kisah tentang kota Wolfsburg. Tentu saja ada tempat wisata yang patut dikunjungi dikota ini. Karena merupakan kota mobil, jadi emang wisatanya juga gak jauh-jauh themanya tentang kuda dari Jerman itu. ini beberapa hasil huntingan foto kita

ini didalam gedung Autostadt, but gak didalamnya sih persisnya dimeeting point dekat loket tiket masuk. Untuk masuk dikenakan tiket 13 Euro untuk dewasa dan 11 Euro untuk anak-anak. Didalamnya ada arena bermain anak-anak yang pastinya berthema mobil dan inovasi-inovasinya.  Ada juga pusat cenderamata khas Wolfsburg dan restaurant. 
Anyway tempat aku berdiri ini sangat luas, bisa main futsal kali disini :D  Globe diatas itu menggambarkan kalau mobil bermerk Volkswagen itu sudah mendunia.

Nah ini diluar gedung Autostadt, ada yang namanya sungai Mittelkanal, yang merupakan sungai buatan. Pengunjung bisa Boat tour kota Wolfsburg dengan kapal-kapal itu. 
kebetulan waktu itu Autostadt berulang tahun yang ke 15, gak afdol rasanya jika tidak foto disini mereka udah cape dekorasi yakan (ngeles :D)

masih ditempat yang sama foto ala-ala perempuan baper wkwk

ini jalan menuju museumnya,museumnya ada diujung situ tuh. orang-orang niat banget kesana kita kenapa enggak ya :D 

Ini diarea parkir, banyak mobil antik dari zaman kapan dietalase seperti ini. 

Pengen bawa ini satu aja, tapi orang yang disana bilang, pulang dulu kumpul duit banyak dulu baru baru datang lagi SKAKMAT wkwk











Wednesday, 4 January 2017

One fine day in Berlin

Siapa yang ke Jerman tidak mungkin dong melewatkan ibukota negara itu, Berlin. Berlin terletak arah utara timur lautnya Jerman. Sama seperti ibukota negara lain, di Berlin banyak ditemukan orang-orang pendatang,ya seperti kita ini. Dahulu kala pada saat negara Jermanmasih menjadi dua bagian, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur, kota Berlin ini juga terbagi dua, yang seyogyanya masuk kedalam bagian negara Jerman Timur, aneh ya tapi memang itulah yang terjadi. Oleh karena itu dibangunlah tembok Berlin untuk membatasinya,tapi ada satu gerbang yang terbuka tapi selalu dijaga ketat yaitu Brandenburgertor. jadi warga negara Jerman Barat or Jerman Timur yang di Berlin  tidak boleh melintasi tembok tersebut. Barulah pada tahun 1990 dikenal dengan peristiwa Wiedervereinigung atau persatuan negara Jerman Barat dan Timur, dan tembok Berlin dirobohkan. Dan rakyat di Berlin bebas melintasi batasan tersebut baik melalui rerubuhan tembok ataupun gerbang Brandenburger
That's why,ini tujuan utama kitaa

Disaat orang-orang membelakangimu, disaat itulah kamu harus berjuang lebih keras dengan karyamu agar mereka menoleh kearahmu (apaan sih ini -_-)

Then kira-kira 500 meter dari Brandenburger Tor, kita akan menemukan ini
Gedung Reichtstag, atau gedung sidang rapat parlemen-parlemen di Jerman.
(ini ceritanya mau foto, ada yang ngeliatin jadi sok malu-malu :D )
sesudah itu muncullah foto tidak tahu malu dengan edak Santi :D 

Setelah itu kita berangkat naik S-Bahn (kereta dalam kota) menuju ke Gereja, biar dosanya dikurangi walopun dengan hanya berkunjung. Dan kita sampai di Berliner Dom/  Berlin Cathedral 
How great this building, right ? apalagi ini kemarin pas musim semi dan dimana-mana mulai kelihatan hijau.
Nah persis disisi kanan Berliner Dom ini ada gedung yang tak kalah megahnya , yaitu
Altes Museum, jangan ditanya kalo museum -_-
Anyway, halamannya ini cukup luas,makanya banyak banget orang-orang yang sekedar nongki-nongki, atau berpiknik ria dengan keluarga.

another shoot 

Kita melnjutkan perjalanan kita ke Alexanderplatz, yah tempat nongkrong-nongkrong juga sih. Disini ada Fernseh Turm a.k.a Tower yang menjulang tinggi, dan dari atas tower tersebut kita dapat melihat Berlin dari ketinggian.But sure it's cost. Jadi kita milih foto-foto ajee :D


Ini dia  Fernsehturm nya, dan cara ngambil gambarnya gini
Photografer amatir yang profesional :D
jangan perhatikan ketiaknya, perhatikan usahanya :D

Nah dari Alexnaderplatz ini  berjalan  lurus terus mengikuti arus kita akan sampai disini 
World Clock, yaitu perbandingan jam diseluruh dunia. aku berdiri bertepatan dibawah waktu dibagian Jakarta, dan saat itu kira-kira jam 1 siang di Jerman. ketebak kan berapa lama perbedaan jamnya :)

Dari tadi disebut tembok Berlin, tapi tidak ada fotonya. tenang tak kasi nih :D. Sebenanya temboknya sudah tidak ada lagi, paling hanya dibeberapa tembat tertentu yang ada sisanya. Ini adalah tugu pengingat akan tembok Berlin.
anggap aja pura-pura sedih mengingat sejarah kelam tembok brew.
Life is freedom brew. Masa iya mau ditembok-tembok
Nah tepat dibelakang aku itu gedung memorial tembok Berlin . dari gedung tersebut kia bisa lihat pembagian negara tersebut dengan tembok.
Dan ini salah satu sisa tembok yang masih ada
abaikan pose yang absurd itu -__-

Time in Berlin is almost over. but that memorial will be stay in my heart !
see you in another fine day Bear-lin / BERLIN